Categories
Uncategorized

Bagaimana prosedur dan hukum untuk melakukan qurban

Ada ketentuan sahih qurban dalam sebuah hadis yang terkait dengan Imam Nawawi, di mana shohibul qurban dapat menyembelih qurbannya antara tanggal 10 dan 13 Dzulhijjah. Ini akan berlaku bagi mereka yang membuat wajib atau sunnah qurban menyembelih sapi, kambing, domba, atau unta.

“Hari penyembelihan hewan qurban dimulai pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan berlanjut selama tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari raya Idul Adha.”

Batas waktu berkurban juga merupakan waktu optimal bagi shohibul qurban untuk mengantarkan daging qurban kepada semua kelompok penerima manfaat qurban, khususnya orang miskin. Saat qurban di kampung halaman atau tempat tinggal, baik dengan daging mentah atau daging olahan kornet. Dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan selalu memberi mereka keuntungan qurban terbaik.

Namun, di Indonesia, kita sering mengamati atau menemukan perbedaan dalam hasil Idul Fitri dan bahkan penetapan Idul Adha. Hal ini membuat banyak umat Islam Indonesia bingung kapan qurban harus disembelih. Apakah shohibul qurban merayakan Idul Adha pada saat yang sama dengan peserta masjid di lingkungan itu, atau pada hari-hari yang berbeda.

Lantas, ketika ada perbedaan hari raya, apa saja ketentuan qurban yang berlaku?

5 Ketentuan Qurban untuk Liburan Yang Berbeda

Ketentuan di bawah ini sesuai dengan sumber  yang paling mutakhir. Begini cara kerjanya.

Untuk memulai, Anda harus memahami bahwa shohibul qurban harus mematuhi hukum dan prosedur qurban syariah Islam. Dimulai dengan:

  1. Pemilihan hewan dalam hal jenis, kesehatan, dan jenis kelamin, apakah itu hewan jantan atau betina yang bebas dari kondisi hamil, dan cacat atau sakit.
  2. Cara membeli hewan, baik itu dibayar penuh, patungan qurban atau membayar qurban dengan utang/cicilan.
  3. Ketentuan penyembelihan hewan, seperti shohibul qurban mewakili qurban bagi orang lain.
  4. Distribusi daging ke pihak yang tepat.
  5. Penyimpanan daging qurban.

Namun, selain poin-poin yang disebutkan di atas, shohibul qurban harus melakukan qurban tepat waktu. Jika hewan itu dibunuh antara tanggal 10 dan 13 Dzulhijjah, undang-undang qurban akan efektif. Akibatnya, setiap orang yang mampu berqurban akan ditanggung oleh aturan-aturan di atas.

Kedua, shohibul qurban dapat mengamati festival Muslim yang berbeda dari yang diamati oleh masjid di sekitarnya. Akibatnya, jam berkurban harus disesuaikan dengan 10 Dzulhijjah qurban. Shohibul qurban akan memiliki kesempatan untuk menyaksikan penyembelihan hewan qurban di masa depan.

Ketiga, jika qurban disembelih sebelum shohibul qurban memasuki ketetapan 10 Dzulhijjah, nilai qurban tidak akan dianggap sebagai hadiah untuk qurban. Dengan kata lain, ibadah qurbannya tidak sah karena ia menyembelih qurban sebelum Idul Adha shohibul qurban, yang merupakan salah satu poin terpenting dari larangan qurban.

Keempat, shohibul qurban harus menyembelih qurban ketika ia telah mencapai 10 Dzulhijjah yang ia yakini.

Terakhir, ada ketentuan qurban mengenai kesalahan waktu penyembelihan. Mereka yang mewakili shohibul qurban harus memodifikasi hewan qurban mereka kepada hewan qurban shohibul. Karena ilegal menjadi hewan qurban karena nilai hewannya.

Alhasil, ada beberapa ketentuan qurban yang harus Anda waspadai selama berbagai hari libur. Apakah Anda berniat untuk menghadiri qurban tahun ini? Qurban Online salah satu penyedia qurban berbasis online, memungkinkan Anda untuk berkurban secara online alih-alih qurban tradisional.

Kami memberikan sejumlah manfaat atau keuntungan dari Qurban Onlineyang praktis, sederhana, terjamin, dan yang paling penting, aman. Anda tidak perlu khawatir tentang biaya karena Qurban Online menawarkan harga hewan qurban paling terjangkau yang setara dengan kualitas hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.